Olahraga Renang dalam Sudut Pandang Sejarah, Kesehatan, dan Penelitian

Share:
Baju Renang Muslimah
bajurenangformuslimah
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan berolahraga, baik fisik maupun psikis. Penelitian mutakhir menemukan bahwa olahraga berpengaruh terhadap intelektualitas seseorang, membuat pikiran jernih dan pelakunya bertambah pintar. Di antara olahraga yang menjadi favorit baik anak-anak, remaja maupun yang sudah berumur adalah renang. Dalam sejarahnya, renang merupakan olahraga yang telah lama ada. Konon, manusia sudah dapat berenang sejak zaman pra sejarah. Bukti tertua mengenai olahraga berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari zaman batu yang telah ditemukan di "gua perenang,” berdekatan dengan Wadi Sora di Gilr Kebir, Mesir barat daya.

Dalam hadis Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya untuk menyukai olahraga ini, sabdanya,

Setiap sesuatu yang tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia kecuali empat hal; seorang lelaki berlalan di antara dua tujuan (untuk memanah), melatih berkuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang. (HR. Thabrani)

Dalam dunia kesehatan, berenang merupakan olahraga yang menjadi simbol kekuatan fisik yang prima. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga renang bisa menjadikan seseorang berumur panjang. Kelompok perenang memilikl risiko kematian 50 persen lebih rendah dari mereka yang hidupnya pasif alias tak pernah berolahraga. Mengingat manfaat renang yang begitu besar, di zaman lni banyak kolam renang yang dlbangun oleh investor sebagai tempat untuk memuaskan selera perenang. Bukan hanya itu, banyak pula pusat latihan yang dibentuk kalangan tertentu untuk menghasilkan para perenang handal.

Bagi kalangan anak-anak (laki-laki dan perempuan) berenang merupakan olahraga yang menyenangkan. Sebuah penelitian mengungkapkan, anak-anak yang belajar berenang sejak usia belia berkembang lebih cepat dan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi ketimbang anak-anak seusianya. Kesimpulan ini merupakan hasil riset para ilmuwan dari Griffith Institute for Educational Research dengan cara melakukan survei kepada 7.000 orang tua anak-anak dari Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Anak-anak yang diteliti dalam riset ini berusia rata-rata di bawah lima tahun dan penelitian dilakukan selama tiga tahun.

Peneliti juga mengikutsertakan sebanyak 180 anak lainnya berusia 3-5 tahun untuk dites. Tujuannya, agar penelitian tentang manfaat berenang pada anak-anak ini menjadi lebih komprehensif. Menurut pemimpin riset Professor Robyn Jorgensen, hasil penelinan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara anak-anak yang berenang dan non perenang tanpa dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi.

Seperti pada umumnya, berenang dilakukan di tempat yang biasanya terjadi pembauran antara laki-laki dan wanlta. Dalam konteks ini, maka perlu adanya penjelasan yang sesuai dengan ketentuan syariat. Sebab pembauran lawan jenis dalam suatu tempat apalagi kolam renang yang umumnya para perenang tampak auratnya berpotensi menimbulkan syahwat, fitnah serta tindakan buruk lainnya. Bagi wanita (bukan anak-anak) hendaknya memperhatikan batasannya. Yaitu berenang pada tempat yang memang khusus untuk wanita dengan tetap menutup auratnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis,

Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain. (HR. Muslim)

Kolam renang tersebut harus aman dari pandangan laki-laki (ada penghalang yang menutupi dari padangan orang lain), sementara bagi seorang wanita yang sudah bersuami wajib mendapat izin dari suaminya. Selain itu Baju renang muslimah yang dikenakan juga harus memperhatikan beberapa hal agar tetap syar'i dan nyaman, terkait hal ini kami telah menuliskan 6 Tips Membeli Baju Renang Muslimah Online.

Salam Sehat dan Bugar untuk semua muslimah :)